Apasih Bedanya Stock Rom dan Custom Rom Android

Apasih Bedanya Stock Rom dan Custom Rom Android

Android merupakan sistem operasi yang sangat populer dan banyak digunakan sampai saat ini. Salah satu aspek yang membuat Android begitu populer adalah sistem operasinya yang bisa disesuaikan dan dimodifikasi sesuai keinginan pengguna. Dalam konteks ini, istilah “ROM” sering muncul, terutama “Stock ROM” dan “Custom ROM”.

Para pengguna ponsel pintar khususnya android pasti pernahkan mendengar istilah Stock Rom dan Custom Rom? Namun apakah kamu mengetahuinya tentang bedanya Stock Rom dan Custom Rom? Bagi pengguna android yang hobinya Oprek atau Mengotak-atik firmware pada sistem android tentu hal tersebut sudah mereka ketahui. Namun, bagi pengguna android yang masih baru dan hanya menggunakan android untuk pemakaian normal saja banyak yang belum tahu apa artinya Stock Rom dan Custom Rom serta perbedaanya.

Nah pada artikel kali ini mistertutorial.com ingin menjelaskan Apasih Bedanya Stock Rom dan Custom Rom Android. Jika kamu yang masih baru dalam dunia oprek firmware android hal ini tentu menjadi hal yang menarik buat kamu pelajari sob. Untuk lebih jelasnya simak ulasannya dibawah ini.

Apasih Bedanya Stock Rom dan Custom Rom Android

Stock ROM juga dikenal sebagai ROM asli atau ROM bawaan, merujuk pada sistem operasi yang disediakan oleh pabrikan perangkat Android. Ketika Anda membeli perangkat Android baru, itu biasanya dilengkapi dengan Stock ROM yang sudah diinstal. Stock ROM telah dikembangkan oleh pabrikan perangkat untuk memberikan pengalaman Android yang konsisten dan stabil.

Jadi kesimpulannya Stock ROM adalah sebuah ROM Asli atau Firmware bawaan android dari pabriknya yang disebut sebagai Original Equipment Manufacture (OEM). Stock ROM android merupakan ROM original yang sudah dikembangkan dan melewati beberapa test yang dilakukan oleh vendor dari Smartphone. Sederhananya Smartphone yang belum pernah melewati tahap apapun seperti flashing dan root bisa dipastikan Stock ROMnya masih asli dan belum terkontaminasai oleh data dari Pihak Ketiga.

Sedangkan Custom ROM adalah sebuah firmware yang telah dikembangkan oleh pihak ketiga, seperti komunitas pengembang Android. Custom ROM dirancang untuk memberikan tampilan dan pengalaman yang berbeda dan lebih terbuka dibandingkan dengan Stock ROM.

BACA JUGA: Cara Mengaktifkan Mode Saku Xiaomi

Berikut Ini Kelebihan Masing-Masing Stock Rom dan Custom Rom Android

Stock ROM memiliki beberapa kelebihan seperti dibawah ini dibanding Custom ROM:

  • Stock ROM yang memang dirancang oleh vendor smartphone sebagai ROM Asli dari android tersebut sehingga memberikan stabilitas yang tinggi terhadap kinerja sistem androidnya.
  • Tampilan pada sistem ui android biasa saja dan tetapi lebih smooth seperti MIUI, Samsung Experience, ColorOS.
  • Selalu ada pembaruan sistem operasi android secara berkala pada Stock ROM. Pembaruan ini seringkali Memperbaiki bugs dan error-error lain dari berbagai sistem android dan aplikasi, serta meningkatkan fitur pada OS android.

Custom ROM memiliki beberapa kelebihan seperti dibawah ini dibanding Custom ROM:

  • Dengan menginstal Custom ROM memungkinkan pengguna android bisa melalukan Kustomisasi atau istilahnya oprek yang lebih dalam lagi pada android. Kustomisasi ini meliputi seperti mengubah tampilan pada android, menambahkan script mod pada sistem android agar lebih smoth dan stabil bahkan hal lainnya. Sebab dengan menggunakan Custom ROM untuk android sama dengan membuka gembok yang ada pada sistem android sehingga pengguna bisa mengatur sistem android sesukanya bagi yang sudah mahir di bidang ini.
  • Beberapa Custom ROM dirancang untuk meningkatkan kinerja perangkat Android. Hal ini dapat mencakup peningkatan kecepatan, penghemat baterai, atau optimasi sistem lainnya yang mungkin tidak tersedia dalam Stock ROM.
  • Salah satu keuntungan utama menggunakan Custom ROM adalah sering mendapatkan pembaruan Custom ROM secara independen. Ribuan anggota komunitas pengembang android yang berada di balik Custom ROM seringkali memberikan pembaruan reguler dan terkadang lebih cepat dibandingkan dengan pabrikan.
  • Namun resiko dalam menggunakan ROM juga memiliki risiko. Penginstalan yang tidak benar atau penggunaan ROM yang tidak cocok untuk perangkat Anda dapat menyebabkan kerusakan atau bahkan brick pada perangkat Android. Selain itu, penggunaan Custom ROM juga dapat membatalkan garansi pabrikan.

Kesimpulan

Jadi setelah kamu membaca penjelasan diatas mengenai Apasih Bedanya Stock Rom dan Custom Rom Android, apakah kamu berniat menggunakan Custom ROM dan meninggalkan Stock ROM bawaan dari android kamu?

Memang pilihan ada di tangan pengguna sendiri-sendiri, tetapi mistertutorial.com lebih menyarankan kamu tetap menggunakan Stock ROM bawaan dari android sob, sebab dengan menggunakan Stock ROM membuat android kamu aman dari Bugs yang ada pada Custom ROM, ditambah lagi jika kamu sering menggunakan Mobile Banking maka di custom rom tidak akan bisa di jalankan sebab untuk menginstal CUSTOM ROM membutuhkan proses Rooting dan Penginstalan TWRP terlebih dulu. Sedangkan rata-rata aplikasi Mobile Banking sekarang tidak bisa di jalankan pada Smartphone yang sudah di ROOT, meskipun smartphone kamu sudah di Unroot namun aplikasi Mobile banking tetap tidak bisa digunakan pada smartphone kamu yang sudah pernah di ROOT.

Jadi pertimbangkan terlebih dahulu sebelum kamu menggunakan Custom Rom ya sob, jika smartphone kamu sangat terguna untuk berbagai kepentingan seperti Mobile Banking, pembayaran apapun, untuk kerja lebih baik gunakanlah Stock ROM bawaan dari Android. Namun jika kamu memang penyuka oprek dan modifikasi sistem android ya tidak ada salahnya juga.